[FanFiction] Saranghae, my roommate – Part 1

FANFICTION

Yeaah!

Ini ff pertama-ku^^ ceritanya terinspirasi dari MV-nya Gummy – As a Man.

Bukan terinspirasi sih, semua adegannya memang di ambil dari MV itu.

Soalnya ini FF pertamaku, aku mau nyari aman dulu. Hehhehee…

Ya, karena ini ff pertama-ku, maklum ya kalau jelek atau gaje banget.

—–

[FF] Saranghae, My Roommate

Length: 1 of ??? kkke~ XD

Author: Ni’matul Aulia a.k.a Eunhyuk’s wife, Onew’s girlfriend.. kkke~ XD (jangan ada yang marah waktu baca ini :p)

Cast:

>> Lee Hyukjae (Eunhyuk) SJ as Eunhyuk

>> You as Park Hyunmi

—- DON’T BE SILENT READERS

#Hyunmi PoV#

Aku mengendarai mobilku lalu memberhentikannya tepat di parkiran sebuah gedung apartemen *awalnya author mau nulis rumah susun/plak* Ya, aku baru saja pindah dari Mokpo ke Seoul untuk kuliah. Sendirian? Ne. Aku memang sudah diajarkan untuk mandiri sejak kecil. Merantau *merantau??* ke kota orang sendirian bukan masalah bagiku. Bahkan aku mengendarai mobilku sendirian dari Mokpo ke Seoul *Author nggak tau seberapa jauh Mokpo ke Seoul -_-*.

Aku melihat lingkungan di sekitar apartemen yang akan segera aku huni ini. Hmm… Ya, lumayan. Bersih, terawat, tentram. Sepertinya aku akan nyaman tinggal disini.

Aku sedang mengeluarkan jutaan *??* barang-barangku ketika sebuah mobil parkir di sebelah mobilku. Pengendara itu melihat kearahku. Ternyata seorang namja. Kami bertatap muka sebentar lalu aku segera mengangkut barang-barangku ke dalam.

Kulihat namja itu memandang apartemen ini. Mungkin ia juga orang baru disini. Aku masuk ke dalam sebuah lift. Apartemenku berada di lantai 9, tidak mungkin aku kesana dengan tangga.

Belum lagi pintu lift tertutup, seseorang membukanya lagi. Ah, namja yang tadi. Kali ini ia tersenyum. Aku membalas tersenyum ragu. Ne, mungkin namja ini orang yang baik.

Aku hendak memencet tombol lift menuju lantai 9 ketika namja itu juga ingin memencet tombol yang sama. Sejenak aku ragu. Lalu ia mempersilahkan aku yang memencetnya.

Ting!

Bunyi lift itu, tanda kami sudah sampai di lantai 9. Tiba-tiba kami bertabrakan karena keluar dari lift bersamaan. Lagi-lagi ia mempersilahkanku untuk duluan sambil mengelus bahunya yang kesakitan. Aku berjalan menuju apartemenku. Ya! Ini perasaanku saja atau namja itu sedang menguntitku?? Aku harus berpikiran positif, mungkin saja apartemennya yang di ujung sana. Aku mempercepat langkahku sambil mencari apartemenku. Ah, ini dia. Nomor 95.

Aku mencari kunciku. Tiba-tiba namja yang tadi berhenti di depan apartemenku. Dan mengeluarkan kuncinya. Kami hendak membuka pintu apartemen yang sama.

DEGG!

Kami bertatapan heran.

“Mianhae.. ini apartemenku,” katanya sambil menunjuk apartemenku.

“Ani.. ini apartemenku, mungkin apartemen anda yang di sebelah sana” kataku sambil menunjuk apartemen lain.

“Tidak.. Tidak. Mungkin anda yang salah. Apartemenku nomor 95.”

“Ya! Apartemenku juga nomor 95.” Sambil menunjukkan surat bukti kepemilikan apartemenku.

“Tidak, anda yang salah.” Katanya sambil hendak membuka pintu apartemen dengan kuncinya.

Aku menahannya. “Bagaimana kalau anda telepon pengurus apartemen ini??”

“Baiklah..”

Kami segera mengeluarkan handphone dan menghubungi kantor pemasaran apartemen ini.

Tuut.. tuut.. Klik!

“Halo.. bisa bicara dengan agensi pemasaran apartemen ini. Ne.. Eunhyuk imnida. Saya yang beberapa waktu lalu membeli apartemen nomor 95, mengapa apartemen saya sama dengan apartemen nona…” ia melirik kearahku.

“Hyunmi imnida” aku memberitahukan namaku.

“Nona Hyunmi..” katanya “Mwo? Jadi bagaimana? Apa? 1 bulan? Ne. Ne… baiklah”

Klik!

Ia menutup teleponnya.

“Aissh~” katanya “Agensi bilang terjadi kesalahan, jadi kita harus menunggu paling cepat 1 bulan. Karena apartemen di gedung ini sudah penuh, mereka akan memberikan salah satu dari kita apartemen di gedung baru. Dan mereka bilang salah satu dari kita bisa menyewa tempat lain dulu untuk sementara, atau .. Hhh~ tinggal bersama sementara.” Katanya menghela napas.

“WHAT??! Tidak mungkin! Aku tidak mungkin menyewa tempat lain! Aku ja~..”

Belum sempat aku menyelesaikan kata-kataku, ia langsung menerobos masuk pintu apartemen sambil membuka kuncinya. Aku mencoba menahannya. Tapi…

Cklek!

Pintu apartemen terbuka. Mau tidak mau aku menerobos masuk duluan sambil membawa barang-barangku. Ia menahanku sambil menarik-narik koperku dengan kakinya. Tapi aku sudah terlanjur masuk.

“Hhhh~” desahnya sambil menutup pintu.

“Ya! Kau lancing sekali membuka apartemen ini! Aku belum menyelesaikan kata-kataku tadi!”

“Lanjutkanlah!” perintahnya.

“Bagaimana kalu kau saja yang mengalah! Aku tidak mungkin mencari tempat lain. Aku berasal dari Mokpo. Aku tidak tahu daerah ini”

“Tidak bisa! Aku juga berasal dari Mokpo! Aku juga tidak tahu Seoul.”

“Kau juga dari Mokpo??” kataku kaget.

“Ne. Hhh~ baiklah. Ini ide yang gila, tapi .. bagaimana kalau kita tinggal bersama? Hanya 1 bulan.. 1 bulan itu tidak lama.” Sarannya.

Aku berpikir keras, lalu menarik napas dalam-dalam “Baiklah.. tapi kita harus membagi wilayah” aku mencari sesuatu dari dalam tasku. Nah, ini dia.. aku mengeluarkan sebuah gulungan pita “Wilayah kita dibatasi dengan ini..” kataku sambil menunjukkan pitaku.

#ending PoV#

#Eunhyuk PoV#

Aku menghela napas “Ne. Hhh~ baiklah. Ini ide yang gila, tapi .. bagaimana kalau kita tinggal bersama? Hanya 1 bulan. 1 bulan itu tidak lama.” Aku mengusulkan saran. Saran terbaik menurutku.

“Baiklah.. tapi kita harus membagi wilayah” ia mencari sesuatu di dalam tasnya, lalu mengeluarkannya. Apa itu? Pita? “Wilayah kita dibatasi dengan ini..” katanya sambil menunjukkan sebuah gulungan pita kepadaku.

“Baiklah. Ide bagus. Tempat ku disana” Kataku sambil menunjuk tempat di belakangnya.

“Ne. berarti aku disana. Permisi, aku mau berbenah.”

Brukk! Ia berlalu sambil menabrakku, entah karena disengaja atau karena kesal.

“Yeoja babo..” umpatku dalam hati.

Kami keluar masuk apartemen dengan mengangkut barang-barang kami yang ada di luar. Yeoja itu mengangkut barang-barangnya dengan muka ditekuk. Kami bertatap muka sebentar lalu ia berlalu keluar untuk mengangkut barang-barangnya lagi. Aku juga mengikutinya untuk mengambil barang-barangku.

Tiba-tiba ia membuka pintu Toilet yang letaknya dekat dengan pintu keluar.

Brakk!

Aku menabrak pintu tersebut dan semuanya menjadi gelap.

#ending PoV#

#Hyunmi PoV#

Aigooo.. apa yang ku lakukan. Namja itu pingsan!! Mungkin karena tertabrak pintu yang kubuka karena kesal tadi. “Hyunmi babo!!” kataku sambil memukul kepalaku sendiri.

“Otteokhae??!” aku mengibaskan tanganku di atas mukanya. Ia masih pingsan. “Err~ bangunlah!” aku lupa nama namja itu… Eun..? ah! Eunhyuk!

“Sadarlah, err~ Eunhyuk!” kataku sambil masih mengibaskan tanganku.

—————–

-TBC-

Gimana??????? Jelek ya??? 😥

RCL ya 😀

Advertisements


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s