[FF] Can I Meet You Again?

Hiiaaa….

kembali dengan FF baru… 😀

kaya’nya FFku yang ‘Saranghae My Roommate’ ga bakal aku lanjutin ^^

—-

ini FF terinspirasi dari impianku untuk berkunjung ke Korea, kkkk~

yaudah, cekidot 😀

Title: [FF] Can I meet you again?

Author: Ni’matul Aulia

Main Cast:

–> You as Nicole

–> Euhyuk SJ as himself

Length: 1 of ????

Genre: Comedy, Romantic

Rating: PG-13

DON’T BE SILENT READERS

DON’T COPAS

thankyou 🙂

[Nicole PoV]

“Aku ingin mengunjungi Lotte World, Sungai Han, dan Namsan Tower!” tanpa sadar aku menggumam sendiri ditengah jam Pak Adam. Dosen ini selalu membuatku mengantuk, daripada aku tidur, lebih baik aku melamun saja. “Aku ingin mengunjungi tempat-tempat itu bersama-…”

Tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundakku, membuyarkan lamunanku, “lagi-lagi ngelamun. Jangan bilang melamun tentang tempat-tempat rekreasi di KorSel lagi?”

Aku menoleh kearah orang yang berbicara tadi. Dia teman sebangkuku, namanya Ocha, aku mengangguk menjawab pertanyaannya.

“Sebenarnya ada apa sih dengan Korea Selatan?” ini adalah pertanyaan yang jutaan kali sudah ia tanyakan kepadaku.

“Sebenarnya aku mempunyai kenangan tersendiri tentang negara itu 14 tahun yang lalu… tapi aku nggak bisa cerita sekarang, mungkin kalau sudah waktunya, baru aku bisa bercerita yang selengkapnya denganmu.”

“Oh, begitu. Pantas saja kamu semangat banget kalau mendengar kata Korea Selatan.”

Aku hanya tersenyum lalu kembali memperhatikan pelajaran.

————————————————————————

Saat aku sampai di rumah, aku langsung menuju kamar. Tidak ada yang perlu di sapa? Ya, ayahku sedang ke luar negeri dan ibuku adalah wanita karir yang amat sibuk. Dan aku juga anak tunggal. Mau tidak mau aku sendirian di rumah ini.

Tiba-tiba aku teringat sebuah kenangan saat aku berlibur di Bali 14 tahun yang lalu.

–Flashback on–

“Huhuhuuu… hikss” aku terisak-isak saat mendapati istana pasir buatanku hancur oleh ombak. “Huuaaaa… Mamaaaa…”

“Ya! Gwaenchana?” tiba-tiba suara seorang anak laki-laki mengagetkanku.

Aku menghentikan tangisku. Hah? Dia bicara bahasa apa tadi? Aku tidak mengerti. “Apa? Kau bicara apa?” tanyaku akhirnya dengan muka bingung.

“Omonaa~” katanya lagi dengan bahasa yang lagi-lagi tidak kumengerti. “Emm.. Noona, can you speak English?”

Kali ini aku mengerti bahasanya, sepertinya ia turis dari luar negeri. Pantas saja aku tidak mengerti yang ia ucapkan tadi. “Yes, I can.” Kataku tersenyum.

“Are you okay?” katanya dengan bahasa Inggris.

“Yes, I am okay” jawabku singkat, kata Mamaku, aku harus berhati-hati pada orang yang tidak ku kenal.

“Lalu? Mengapa kau menangis?” tanyanya lagi. *anggap aja mereka lagi ngomong pakai bahasa Inggris, hehe #PLAK*

“Istana pasirku..” kataku sambil menunjuk sisa-sisa istana pasirku yang tadi tersapu ombak. “Kau tahu Tsunami? Tsunami itu yang menghancurkannya.” Jawabku bodoh sambil menunjuk kearah ombak di laut.

Ia terkekeh, “Tidak, noona. Tsunami itu ombak yang besar.” Ia menjelaskan sambil menahan tawanya, aku hanya mengangguk-angguk mengerti, “Apa kau mau membuat istana pasir bersamaku?”

Aku mengangguk-angguk senang.

“Bagus. Lebih baik kita membangunnya disana,” katanya sambil menunjuk tempat yang tidak terlalu jauh dari tempat kami, “Agar nanti istana pasir kita tidak tersapu ombak seperti milikmu.”

“Ide bagus. Ayo, kita mulai!” kataku bersemangat sambil menarik tangannya.

Entah kenapa, aku sangat akrab dengannya. Padahal kami tidak saling kenal. Bahkan aku tak tahu namanya. Sepertinya cowok ini baik.

“Hei, kita belum berkenalan. Namaku Nicole.” Kataku sambil mengulurkan tangan.

Ia menatapku lalu menyambut tanganku “Namaku Hyukjae.”

“Kau berasal darimana?” tanyaku sambil mulai membangun istana pasir kami.

“Aku dari Seoul, Korea Selatan.”

“Korea Selatan? Dimana itu?”

“Kau tidak tahu Korea Selatan?” tanyanya heran, aku menggelengkan kepalaku. “Kau tahu Jepang?” Kali ini aku mengangguk. Aku sering mendengar kata Jepang di kartun atau komik Doraemon atau Shinchan. Kata Mamaku, itu sebuah Negara, “Korea Selatan itu berada didekat Jepang.” Katanya menerangkan.

“Ohh.. kau sedang apa disini? Berlibur?” tanyaku.

“Ya, kata mamaku Bali itu indah. Jadi aku memaksanya untuk berlibur disini.”

Kami pun mengobrol banyak, satu jam kemudian kami berhasil menyelesaikan istana pasir kami.

“Indah sekali!” pekikku riang.

Ia bertepuk tangan, “Ini berkatku!”

“Bukan! Ini hasil buatanku! Kau hanya membantuku mengumpulkan pasir.”

“Bukan! Aku yang membangun menaranya! Week!” ia meledekku.

“Ini punyaku!” kataku masih tidak mau mengalah.

Tiba-tiba aku mendengar suara Mamaku. “Nicole! Cepat pulang, sudah hampir malam.” Kata Mamaku dari kejauhan.

“Iya, Ma.” Balasku.

“Siapa itu? Mamamu?”

“Iya, dan aku harus pulang. Terima kasih telah menemaniku bermain pasir. Aku pulang dulu, ya.” Kataku berlari meninggalkannya.

Tiba-tiba ia memanggilku “Nicole noona!” aku berbalik, daritadi aku bingung karena ia memanggiku dengan kata noona, ah, mungkin artinya nona, “Besok kita bertemu lagi disini ya?!”

“Oke!” jawabku lalu berbalik dan berlari lagi menuju hotel.

–Flashback off—

Aku tersenyum mengenang kejadian saat aku berumur 6 tahun tersebut. Ya, beberapa hari selanjutnya kami memang bermain bersama lagi, tetapi saat hari kelima, ia sangat murung. Ia tidak mau bercerita apa yang membuatnya murung, namun setelah ku desak beberapa kali akhirnya ia mengaku. Ia bilang akan pulang kembali ke negaranya di Korea Selatan malam itu juga, lalu ia memberikan sebuah amplop berwarna coklat yang besar, berisi beberapa foto kami berdua, istana pasir buatan kami, dan banyak lagi. Serta sebuah surat.

Aku mengacak-acak laci mejaku, mencari surat itu. Kertas tersebut berwarna biru. Warna favoritku^^.

“Ah, ini ketemu,” kataku saat menemukan surat tersebut. Aku membuka lipatan suratnya. Terlihat tulisan jelek seorang anak laki-laki dengan bahasa Inggrisnya yang amburadul.

Hi, Nicole! ^^

Mungkin kau bertanya-tanya mengapa aku murung tadi. Ya, aku sangat sedih. Sedih karena harus berpisah denganmu hari ini.

Kau tahu? Kau adalah yeoja terlucu yang pernah kutemui. Wae? Ah, entahlah.. aku juga bingung. Apalagi saat kau menangis karena istanamu disapu ombak dan berkata bahwa ombak itu adalah tsunami, hehe…

Aku ingin mengatakan bahwa aku sangat berterima kasih karena kau menemani hari-hariku di Bali. Bali itu indah? Kau dan Mamaku benar. Bali itu indah. Sangat indah.

Hanya itu? Mungkin sekarang hanya ini. Tetapi saat kita bertemu lagi, aku ingin mengatakan banyak hal kepadamu. Aku tidak peduli seberapa lama aku harus menemukanmu lagi, 10 tahun lagi? 20 tahun? 30? 40? Ya, aku tidak peduli. Karena aku sangat yakin suatu saat kita akan bertemu. Mungkin saat itu kau yang mengunjungi negaraku^^.

Kalau kau yang mengunjungiku, aku akan mengajakmu ke sungai Han. Sungai itu sangat indah, apalagi saat malam hari. Dan aku akan membawamu ke Namsan Tower. Disana kita bisa melihat keindahan kota Seoul, kotaku.

Well, sepertinya sudah dulu, aku bingung harus menulis apa lagi.

Aku akan memberikan alamat rumahku di Korea, jadi saat kau mengunjungiku, kau akan segera menemukanku! Hehe..

See you ..

Salam

Hyukkie

NB: alamatku ada di halaman belakang surat ini^^

Ya surat dan foto-foto ini adalah satu-satunya cara agar aku bertemu dengannya. Aku juga tidak peduli apa ia masih mengingatku, yang penting aku harus bisa bertemu dengannya. Mungkin aku akan kecewa jika ia tidak mengingatku, tapi.. ya sudahlah. Bayangkan saja, 14 tahun itu bukan waktu yang sebentar untuk mengingat orang yang baru kau kenal 5 hari!

Oke, aku memang mengingatnya, tapi itu karena ia memberiku amplop ini. Kalau saja ia tidak memberiku apa-apa, aku ragu aku akan mengingatnya selama ini.

———————————————————————————–

Dua bulan kemudian…

“Akhirnya liburan!” pekikku riang, “liburan ini mau kemana, Cha?” tanyaku ke Ocha.

“Hhh~ nggak tau deh, kayaknya disini aja. Kamu?”

“Aku pengen ke Korea! Aku sudah nabung selama 3 tahun. Dan liburan ini aku benar-benar ke Korea!” aku berjingkrak-jingkrak kesenangan.

“Wah! Keren! Jangan lupa oleh-oleh ya! Kapan berangkat?”

“Beres. Besok! Aaaa~ senangnya!!” aku sudah bisa membayangkan bagaimana ekspresiku saat aku sampai di Korea.

—————————————————————————–

Sementara itu di tempat lain…

[Eunhyuk PoV]

Aku membuka dompetku, aku melihat sebuah foto anak perempuan yang sangat imut. Di dalam foto itu, ia sedang tertawa sambil menunjuk sebuah istana pasir. Aku tersenyum miris. Aku sudah lupa siapa sebenarnya yeoja ini.

Entahlah… bukannya aku pelupa, tetapi karena aku pernah terkena geger otak saat kecelakaan yang menimpaku 11 tahun yang lalu. Aku melupakan banyak hal, termasuk siapa sebenarnya yeoja ini.

Saat aku pulang dari rumah sakit waktu itu, aku melihat banyak foto yeoja ini di kamarku. Saat aku bertanya pada eomma-ku, ia juga tidak tahu banyak. Eomma-ku hanya tahu dia adalah temanku saat kami berlibur di Bali. Ia tidak tahu apa-apa lagi karena aku belum pernah mengenalkan yeoja ini kepadanya. Yang jelas yeoja ini pasti sangat berarti bagiku. Kalau tidak, buat apa aku memajang fotonya di setiap sudut kamarku.

“Wae hyung?” tanya Kyuhyun yang bingung melihatku sedari tadi diam sambil memandang foto ini. “Hei, siapa anak perempuan di fotomu ini hyung? Anakmu ‘kah?” tanyanya sambil terkekeh.

Aku mendelik kepada maknae ini, “ah, aniyo, Kyu. Aku bahkan lupa siapa yeoja ini.”

“Hah? Kenapa bisa? Kenapa bisa kau melupakan anakmu sendiri hyung?”

Aigoo~ anak ini… benar-benar membuatku kesal. “Ya! Kyu, kau benar-benar mencari masalah.”

“Mianhae, hyung. Hanya bercanda, kkk~” katanya sambil meninggalkanku.

Tiba-tiba seorang official masuk ke ruangan kami. “Super Junior, kalian akan tampil 7 menit lagi.” Kami sedang mengisi acara di Tokyo.

“Ne, gansahamnida ahjussi~” jawab beberapa orang member. Aku segera memasukkan foto tersebut ke dalam dompet, lalu bersiap-siap untuk tampil.

—————————————————————-

Esoknya, @Incheon Airport

[Nicole PoV]

Kyaaaaa~ aku sudah sampai di Korea!! Benar-benar di Korea! Omo~ apa aku bermimpi? Ah, sepertinya tidak. Ini nyata. NYATA!

Hampir saja aku berloncat-loncat kegirangan saat aku ingat ini di negeri orang. Aku tidak mau mempermalukan diriku sendiri disini.

Aku keluar dari bandara sambil mencuci mata. Ya, disini banyak sekali cowok-cowok yang mukanya diatas standar. Dan entah mengapa bandara ini sangat ramai dengan cewek-cewek yang sedang membawa berbagai macam spanduk dan poster. Aku tidak mengerti tulisannya karena itu tulisan hangul. Ah, ada salah satu perempuan yang membawa spanduk bertuliskan ‘Super Junior’. Apa? Super Junior? Apa itu? Siapa? Semacam band ‘kah?

Ah, sudahlah, bukan urusanku.

Saat aku sudah benar-benar diluar bandara, aku berhenti sebentar. Aigoo~ Aku lupa memikirkannya. Aku lupa memikirkan apa yang harus kulakukan disini. Mencari Hyukjae? Memang. Tetapi pasti susah sekali.

Aku membuka dompetku yang berisi banyak sekali foto-foto kenanganku saat di Bali. Bersamanya. Ya, Hyukjae. Bersama Hyukjae. ‘Hyukjae, aku datang mengungjungimu’ batinku dalam hati sambil memasukkan kembali foto-foto tersebut.

Tiba-tiba seseorang menyenggolku, dompetku jatuh dan foto-fotoku berhamburan dimana-mana.

“Ah, I’m sorry…” katanya sambil membungkuk.

“It’s okay.” Kataku sambil memunguti foto-foto tersebut. Orang itu hanya tersenyum lalu berjalan lagi masuk ke dalam sebuah van. Sepertinya ia sangat terburu-buru. Tiba-tiba dari arah belakang aku melihat banyak sekali perempuan yang lagi-lagi membawa spanduk sambil mengejar laki-laki yang menabrakku tadi. Mereka meneriakkan bermacam-macam kata, seperti  ‘Donghae’, ‘oppa’, ‘fishy’, dan banyak lagi kata-kata yang tidak jelas kudengar karena ribut sekali. Artiskah ia? Hhhh~ bukan urusanku. Tapi setelah kupikir-pikir, aku beruntung sekali jika aku benar-benar ditabrak oleh seorang artis, kkk~

Lalu terdengar lagi keributan dari arah belakangku, ya ampun… sepertinya ada artis lagi. Aku sudah lelah mendengar keributan ini. Hhh~ “Ah, sebaiknya aku pergi mencari hotel.” Kataku sambil melanjutkan kegiatan memunguti foto-foto tadi dan pergi mencari taksi.

———————————————————-

-TBC-

RCL ya 😀

Pleaseeeeeeeeeee..

Advertisements

2 Comments on “[FF] Can I Meet You Again?”

  1. Annyeong, endah imnidaaa, 15y.o, elf plembng, bias eunhyukj jg niiih!!
    Huaaa chingu kok gak d lnjuti?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s