[FF] My Eternal Jewel: It Hurts [FV]

[FF] My Eternal Jewel: Because It Hurts

Author: -NA-

Title: My Eternal Jewel: It Hurts

Cast:

> Eunhyuk as himself
> Park Jiyoung as You or Author

Length: Oneshot?

Genre: Romance, Comedy

Rating: PG-15

Disclaimer: The plot is MINE! LEE HYUKJAE IS MINE! He’s my husband/PLAKSSSS~!!

    KEEP Read, Comment, and Like!-
    -DO NOT PLAGIAT!!-

    ^^ HAPPY READING ^^

——————
[Jiyoung’s PoV]

Hari ini aku harus membuat makan siang untuknya! Untuk siapa lagi, selain Lee Hyukjae pabbo-ku. Seenaknya saja ia menyuruhku membuat makan siang! Seandainya saja aku tidak memberitahunya bahwa hari ini aku libur sekolah, mungkin aku akan berlibur dengan tenang di rumah-_- Padahal aku masih punya baaaaanyak jadwal menonton drama yang tertunda akibat kegiatan sekolahku.

Tadi malam ia meneleponku untuk menyusulnya ke salon -yeah~ dia harus ke salon sebelum perform di Music Bank siang ini-, dengan membawa makan siang! Hash~ dia pasti sedang dalam misi penghematan uang lagi-_-‘ Semenjak membelikan es krim untuk para fans di SuKira waktu itu, sifat pelitnya semakin menjadi-jadi (=_=”)

Huft~ aku bingung apa yang harus kumasak nanti. Apa? Jangan salah, aku bisa memasak! Kalian harus tahu bahwa aku dipuji Ming oppa karena kepandaian memasakku :p

Ah, bodohnya aku, aku tidak tahu makanan kesukaannya! Benar-benar yeojachingu yang gagal! Aku hanya tahu makanan yang tidak ia sukai, seafood. Padahal itu makanan favoritku.

Hm~ kubuatkan menu andalanku saja, KIMBAB! Kalian tahu kimbab? Tidak? Ah, kasihan sekali :p kalian harus mencoba kimbab buatanku. Makanan ini dipuji oleh Lee Hyukjae pabbo dan Ming oppa. Kata mereka ini makanan buatanku yang paling enak! xP

Ah, dia juga akan kubawakan Samgyetang dan Japchae! Dia harus memakan makanan itu agar ia tidak cepat sakit.

Aku segera berbelanja bahan-bahan makanan tersebut dan segera memasaknya, waktuku tidak banyak. Jam 10 aku harus selesai memasaknya karena ia akan recording siang ini.

**

Dan yeah… aku menyelesaikannya dengan tepat waktu!

Sebenarnya bukan tepat waktu, masih ada waktu setengah jam lagi sebelum jam 10. Aku tidak mau menunda-nunda waktu lagi dan langsung berganti baju untuk pergi ke salon tersebut.

**

Hap!

Kuinjakan kakiku di tangga masuk lantai dua gedung salon tersebut sambil menenteng rantang makan siangnya. Hash~ benar-benar merepotkan. Tapi… aku tidak munafik, aku juga senang karena bisa bertemu dengannya. Ia sangat sibuk. Kami bahkan tidak bertemu sejak dua hari setelah SMTown Tokyo waktu itu. Itu… saat aku mematikan ponselku berhari-hari hanya karena marah melihat penampilannya. (baca: “My Eternal Jewel: Ige Mwoyaaa?!”)

Aku menuju tempat resepsionis yang ada di lantai dua. Disana terdapat seorang pegawai yang memang bertugas menjaga bagian ini.

“Annyeong… aku ingin bertanya, dimana tempat Super Junior? Aku ingin bertemu dengan mereka sekarang.”

Ia terlihat berpikir, “Ruangan itu tertutup, agasshi. Apa anda sudah mempunyai janji dengan mereka?”

“Geurae. Kau boleh bertanya pada mereka jika kau tidak yakin.”

Ia melihat kearahku lama… “Hm… Ye, aku percaya padamu, agasshi. Ruangan mereka ada di pintu kedua dari ujung sana.” Ia menunjuk lorong yang ada di belakangku.

“Disana? Ah, gamsahamnida. Annyeong…”

Aku pun berjalan kearah yang ditunjukkan resepsionis tadi. Saat aku menguping dari luar, aku mendengar suara ribut dari arah dalam ruangan, disana terdengar suara lari dan tawa makhluk-makhluk di dalam sana. Mereka ribut sekali (-_-“)

Tanpa basa-basi kubuka pintunya…

Saat pintu terbuka seluruhnya, seluruh orang seperti menatapku kaget.

“JIYOUNGIEEEE!” teriak mereka serempak. Haaaish~ telingaku bisa pecaaaah! Mereka kompak sekali -_-

Eh? Aku tidak melihat namjachingu anehku itu… kemana dia?

“Annyeonghaseyo, oppadeul. Jeoseonghamnida, jika aku mengganggu, aku hanya ingin bertanya, dimana Hyukie?”

“Uri Hyukie? Ia ada di ruang sebelah, kurasa ia sedang mencari gerakan baru.” Jawab Donghae oppa.

“Ah, Ne… Gamsahae, oppa-deul!”

“Cheonmane, Jiyoungie…” sahut mereka.

Aku langsung menuju ruangan tersebut. Ah, aku baru ingat dia saat itu pernah berkata padaku bahwa jika bisa, setiap minggu ia akan mengganti gerakan saat dance break di Mr. Simple. Mungkin saja ia sekarang sedang berlatih itu. Benar-benar pekerja keras^^ dia itu namjachingu-ku! Jangan ada yang merebutnya dariku, arachi?!

[Eunhyuk’s PoV]

Hand-stand? Bosan… Split? Kakiku sakit (T^T) Kayang? KAYANG? Ah itu patut dicoba!

Aku bermaksud mencari gerakan baru saat dance break. Aku bosan dengan gerakan yang itu-itu saja, lagipula tangan dan kakiku sakit saat melakukan Hand-stand dan Split. Aku patut mencoba gaya kayang! Sepertinya ini lumayan menarik. Tapi, terakhir kali aku kayang itu saat pengambilan nilai olahraga sewaktu SMA, memangnya badanku sekarang masih selentur saat itu?
(-_-)

Baiklah, kucoba saja…

Aku langsung berdiri dan memutar musik, aku memulai gerakan dance break-ku dan diakhiri dengan kay-…

AWW!! APPO!!!!!!!

Aku gagal melakukan kayang! Badanku tidak selentur dulu! Haissh~ perutku sakit sekali karena percobaan gagal tadi. Haissh~ pantatku juga sakit karena jatuh sewaktu kayang tadi. Menyebalkan. Dan aigoo~ pahakuuuu! Rasanya uratku terikat kusut satu sama lain >..<

Belum sempat aku berdiri, tiba-tiba…

“Hyukjaeeeeee~!” teriaknya sambil membanting pintu dengan menenteng rantang. Omo~ dia sopan sekali!

Aku melihatnya berdiri tepat di depanku. Aku langsung memasang wajah baik-baik saja. Walaupun posisiku cukup tidak meyakinkan. Bayangkan saja, aku terduduk tidak berdaya di tengah ruangan dengan keringat yang membanjir dan disertai rautku yang setengah-tersenyum-setengah-meringis.

“YA! Lee Hyukjae! Ada yang kau sembunyikan?” ia berjalan menghampiriku.

Hash! Yeoja ini cerdas sekali. “A-aniyo!” jawabku tergagap.

Ia menyipit kearahku, itu salah satu tanda bahwa ia sedang curiga. “Geotjimal. Katakan! Ada apa denganmu?”

Aigoo~ yeoja ini membuatku semakin tidak berkutik, “A-aniyo, nan gwaenchana, Dan~ah…”

“Berdiri!” perintahnya.

“M-mwo?”

“YAA~ Lee Hyukjae-ssi, berdiri!” perintahnya keras.

Aku menurut sambil perlahan-lahan mencoba berdiri, tetapi baru setengah berdiri, urat di kakiku tiba-tiba semakin melilit. “Appo~” rintihku sambil terduduk kembali.

“Huuft~ jadi begini yang kau bilang tidak apa-apa?”

“Aku tidak apa-apa, hanya mungkin… sedikit terkilir.”

“Cih! Kau menyebalkan, Hyukjae-ssi! Kalau kau kesakitan, seharusnya kau katakan padaku!” sungutnya sambil mengulurkan tangannya.

“Hah?” tanyaku bingung sambil menatap tangan dan matanya bergantian.

“Aisssh~ neo pabboya!!” jeritnya frustasi, aku terkekeh melihatnya, “Kau ingin berdiri atau tidak, huh? Untung saja aku mau membantumu…”

“Arayo, Dan~ah…” aku menyambut tangannya, ia membantuku berdiri dan memapahku untuk duduk di kursi. Sekilas aku mendengar sebuah gumaman kecil ‘kau berat’, yang hampir tidak bisa kudengar olehku. Mungkinkah itu hanya perasaanku saja, atau ia memang mengatakannya. Entahlah…

“Waeyo? Mengapa bisa seperti ini?” tanyanya saat sudah duduk disampingku. “Sakit?” tanyanya sambil memijat bahuku.

Aku mengangguk “Aku mencari gerakan baru tadi, dan aku mencoba gaya kayang, ternyata gagal.” Jelasku.

“Huh! Mengapa tidak sekalian sikap lilin atau rol depan-belakang?? Aigoo~ oppa-…” kata-katanya terhenti.

“Mwo? Aku kenapa?” dia selalu memanggilku ‘oppa’ jika terjadi sesuatu.

“Ani~ kau itu sudah tua, tulangmu sudah mulai keropos, berhentilah melakukan hal-hal yang berpotensi membuatmu kesakitan!”

“Mwo? Kau bilang aku tua??” jeritku kesal.

Ia mengangguk, langsung kubalas dengan jitakanku.

“Appo~”

“Hahaha… Ya! Kau tadi memanggilku ‘oppa’.”

“Ne, sejujurnya aku sangat ingin memanggilmu ‘harabeoji’, tapi nanti kau marah.” Ledeknya.

“YA!” balasku, mulutnya sangat menyebalkan. “Kau membawa makan siangku?”

“Huh! Mau tidak mau aku membawanya. Kau menyebalkan! Ini hari liburku, aku belum selesai menonton Secret Garden dan Cinderella Sister!”

“MWOYA? Kau lebih mementingkan menonton drama bodoh itu daripada bertemu denganku??” tanyaku tidak percaya. Walaupun aku tahu, sebenarnya ia senang karena bisa bertemu denganku hari ini. “Lagipula itu drama lama, kau kemana saja??”

“Aku tidak punya waktu… Kau tahu kan kalau aku sangat sibuk?!” ia menghela napas kesal. Hei, bukankah aku yang lebih sibuk daripada gadis ini? -_- “Geuman… sekarang makanlah. Aku membawakan tiga jenis makanan untukmu.”

“Apa saja?”

“Ige… kimbab, samgyetang, dan japchae…”

Aigoo yeoja ini… tidak tahukah ia bahwa aku tidak suka ginseng? “Aigoo~! Kau membawakan sa- mmph…” ia menyuapkan kimbab untuk menutup mulutku.

“Diamlah, mulutmu selalu tidak bisa dikontrol! Terkadang aku tidak suka jika kau sedang terbawa sifatmu saat menjadi MC dan DJ.” Curhatnya, “Eotte? Bagaimana rasanya?”

“Mashita… makananmu selalu enak, Dan~ah…” pujiku tulus, ia hanya membalas dengan senyuman.

Aigoo! Eye-smilenya!

“Yak, masih sakit?” tanyanya, tersirat nada cemas dalam kalimatnya.

“Aniyo, aku bahkan sudah lupa bagaimana rasa sakitnya tadi…”

Ia tersenyum sambil mengelap keringatku dengan tisu, sementara aku masih melahap makananku.

Lama kami terdiam dalam aktivitas masing-masing…

“Lee Hyukjae-ssi…” panggilnya, ia memang sering memanggilku sesuka hatinya, terkadang secara formal, tidak sopan, atau sesuai aturan. “Bogoshipoyo…”

Aku menoleh kearahnya sambil tersenyum, “Nado, Dan~ah. Padahal kita baru bertemu 4 hari yang lalu.”

Ia tersenyum… cantik sekali.

“Ya~ jika aku menyukai namja lain, bagaimana pendapatmu?”

Aku langsung melayangkan tatapan kematian kearahnya, “Siapa yang akan merebutmu dariku? Katakan!”

[Jiyoung PoV]

Kutatap dirinya, yang sedang melahap makanannya, dalam-dalam…

“Ya~ jika aku menyukai namja lain, bagaimana pendapatmu?” tanyaku tiba-tiba, aku bahkan tidak sadar mengatakan ini.

Ia menoleh kearahku disertai tatapan kematian khasnya, “Siapa yang akan merebutmu dariku? Katakan!”

“Ani~ aku hanya bertanya… aku hanya berpikir bagaimana keadaanmu jika aku memproklamirkan diri sebagai ex-ELF dan menjadi seorang BANA.” Kulihat mata sipitnya membulat kearahku. Aku langsung menggelengkan kepala, “Tidak, lupakan… Makanlah, kau semakin kurus. Apa kau tidak memakan apapun? Lihat saja Kyuhyun oppa, yang semakin hari semakin gemuk. Itu pasti karena ia makan kan? Berarti kau juga diberi makan.” Aku menceramahinya. Menceramahi dan melihat wajah kesalnya itu menyenangkan. Hihihi…

“Ini karena makanan yang kumakan bukan masakanmu, Dan~ah… Makanan itu tidak seenak buatanmu.” Ujarnya manja. Aigoo~ orang ini… apa ia tidak ingat berapa umurnya? (=_=”)

“Ya~ memangnya aku harus memasakan makanan untukmu dulu, baru kau mau makan? Kau tidak boleh seperti itu!” gerutuku sambil menyingkirkan poni pirangnya.

[Eunhyuk’s PoV]

“Ya~ memangnya aku harus memasakan makanan untukmu dulu, baru kau mau makan? Kau tidak boleh seperti itu!” ia menyingkirkan poni yang menutupi mataku.

“Dan~ah…” panggilku sambil meminum susu strawberry ukuran satu liter yang dibawa gadis ini.

“Ne?” sahutnya ketus.

“Kau tahu? Hari ini kau cantik sekali…” pujiku, wajahnya sukses memerah karena kalimatku.

“Cih! Berhentilah menggombal. Cepat makan!” perintahnya dengan malu-malu.

“Lihatlah wajahmu, Dan~ah. Merah sekali!” ledekku, dan ia balas dengan sebuah cubitan keras di pipiku.

“Berhentilah bicara, dan lanjutkan makanmu!”

“HAHA! Tapi aku memang jujur, kau cantik hari ini… apa kau berdandan untukku?” aku masih tetap menggodanya.

“Yak! Kau ini! Habiskan makanmu, atau makanan ini kuberikan pada Ming oppa?!”

“Mwo? Minnie hyung? Andwae!” aku panik. Bukan karena makananku, tapi yah… kuakui aku sedikit cemburu dengan kedekatan Jiyoung dan Sungmin hyung.

“Makan juga samgyetang-nya. Itu bagus untuk kesehatanmu!”

“Aku tidak suka, Dan~ah. Kau saja yang makan, kita makan bersama. Ara?”

“Mwoya? Makan bersama? Aku memakan samgyetang dan kau makan kimbab? Begitu?!”

Sepertinya aku sudah salah bicara…

Ia menarik rantang yang berisi samgyetang dan japchae yang ada di sampingku, “Kau mau apa, Dan~ah?”

“Mauku? Aku akan memberikan makanan ini untuk oppadeul. Kau tidak mau kan? Untunglah hanya kimbab-ku yang kau sentuh, jadi mereka tidak makan bekasmu.” Ucapnya tajam. Sepertinya ia benar-benar marah…

Ia berjalan keluar ruangan, aku langsung meletakkan rantangku dan mengejarnya.

“Yak, Dan~ah! Jangan marah, jebaaal~”

Ia hanya menatapku dingin dan meneruskan langkahnya. Aku mengikutinya dari belakang.

Tiba-tiba pintu ruangan memberku terbuka, dan Kyuhyun baru saja keluar dari sana.

“Annyeong, oppa…” sapa Jiyoung.

“Eh? Annyeong, Jiyoung-ssi…” balas Kyuhyun sambil menatapku dan Jiyoung dengan bingung.

“Oppa, aku bawakan makanan untukmu.”

“Mwo? Jeongmal?”

“Ye, ini untuk kalian… Makanan ini sama sekali BELUM DISENTUH. Jadi kalian tenang saja.” Ia menekankan kata ‘belum disentuh’.

Kyuhyun menatapku lagi dengan disertai smirk-nya. Sedangkan Jiyoung tidak melirikku sama sekali sedari tadi. “Ara~, jadi apa isi rantang ini?”

“Hanya samgyetang dan japchae, dan ini nasinya. Kuharap bisa sedikit mengganjal perut kalian. Tapi aku membawa cukup banyak, oppa…”

Kyuhyun memasang muka memelas, “Geundae, Jiyoung-ssi… aku tidak suka sayur.” Aku terkekeh mendengar kata-kata Kyuhyun.

“Oh jinjja?”

“Ne…”

“Kalau begitu maaf, oppa. Yang ada hanya sayuran disini.”

“Gwaenchana…”

Aku melihat Jiyoung yang sepertinya merasa bersalah, “Hmm… lain kali aku akan memasakan makanan KHUSUS untuk oppa. Mian…”

Mwoya? Khusus?

“Ne, aku akan membawa makanan ini untuk hyung-deul di dalam. Gomawo, Jiyoung-ssi.” Kyuhyun kembali masuk ke ruangan setelah sebelumnya tersenyum setan kearahku. Aigoo~ anak itu… ia pasti sudah tahu jika hubunganku dengan Jiyoung sedang tidak baik. Entah apalagi yang direncanakan anak itu…

Jiyoung berbalik dan menatapku, “Ja! Kalau begitu tugasku sudah selesai. Aku akan pulang. Annyeong, Hyukjae-ssi…” ia berbalik dan berjalan ke menuju tangga. Kenapa bicaranya formal seperti itu?

Pulang?! “Yak! Andwae~yo. Dan~ah, ada apa denganmu?” aku mengejarnya.

Hap! Aku mendapatkan tangannya, kubalikan ia untuk menghadap kearahku.

“Ada apa lagi?”

“Kau marah?”

“Menurutmu?” ia balik bertanya.

Menurutku? “Menurutku kau marah,”

Ia mengangkat bahu, “Kau sudah tahu jawabannya. Aku mau pulang, oppa…” Rengeknya.

“Wae geurae? Kau marah karena aku tidak memakan masakanmu?” kalau iya, kekanak-kanakan sekali.

Well, ia memang masih anak-anak. Belum genap 17 tahun bukankah berarti masih dibawah umur?

“Setengah iya, setengah tidak.” Ia menarik napas dalam-dalam, “Aku lelah karena begadang semalaman, aku bertambah lelah karena harus belanja dan memasak banyak pagi-pagi sekali. Dan aku bertambah kesal karena kau-… ah sudahlah… oppa, aku pulang dulu.” Putusnya.

Aku semakin menggenggam keras tangannya agar ia tidak melanjutkan langkahnya. “Mianhae, Dan~ah…”

“Oppa, s-sakit…” rintihnya, aku sadar dan langsung mengendurkan genggamanku namun masih tidak berniat melepasnya.

“Kau memaafkanku? Kau tidak ingin menonton perform-ku? Bagaimana cara kau pulang?”

“Ya. Tidak. Dengan bus. Apa sudah selesai? Aku sangat mengantuk…”

“Kuantarkan kau pulang.”

“Andwae, oppa~ apartemenku dekat, lagipula kau mau aku tertangkap ELF?” Ia melepaskan genggaman tanganku, “Tidak, kan? Kalau begitu aku pulang. Annyeong, oppa…”

“Dan~ah… kau tega sekali… kita baru bertemu 15 menit dan kau sudah akan pulang. Aku merindukanmu, Dan~ah…” kali ini aku yang merengek. Kami bahkan belum mengobrol banyak.

Ia menatapku, “Nado, oppa~” lalu tersenyum, “Geundae, aku benar-benar lelah akhir-akhir ini. Maafkan aku. Aku berjanji lain kali akan menemanimu.”

Aku terdiam mendengar alasannya… Memang, akhir-akhir ini ia sering bercerita tentang kegiatan sekolahnya yang cukup melelahkan. Well, ia sudah sangat sering mengalah padaku, kali ini aku yang harus mengalah padanya.

“Arasseo…” ujarku terpaksa, “Tapi kau harus berjanji, arachi?”

“Ne, pasti.”

Aku kembali menarik tangannya, lalu memeluknya… “Bo-go-shi-po~yo…”

“Nado bogoshipo, oppa… Josimhae.”

“Arayo,” aku melepaskan pelukan kami, kutatap wajahnya yang terlihat lelah, dibuktikan dengan lingkaran hitam yang menghiasi mata indahnya.

Kudekatkan diriku untuk mengecup keningnya, “Saranghae…” lalu kutatap wajahnya yang memerah, “Yaa~ Dan~ah. kau tidak perlu malu-malu seperti itu…” godaku.

“Aku tidak malu!” sangkalnya sambil menundukkan kepalanya. Aku tahu ia malu… Hahaha.

“HYUNG… Hyukie hyung semakin mesra dengan Jiyoungie, kapan kau akan mencari yeojachingu? Apa kau tidak laku?” aku mendengar suara yang amat sangat kukenal, setengah berteriak entah kepada siapa. Itu suara member setan, Cho Kyuhyun.

“YAK, Kyuhyun~ah!! Aku bukan tidak laku. Jangan bicara sembarangan!” dan itu suara milik Teuki hyung.

Aku dan Jiyoung menoleh kearah sumber suara. Kulihat seluruh memberku berdiri di depan pintu sambil cengengesan menatapku. Jadi mereka melihat adegan romantisku tadi? Pasti ini ulah si member setan bermulut bocor, Cho Kyuhyun.

“Apa yang kalian lihat?!” Tanya Jiyoung galak.

Galak? Sejak kapan yeojachingu-ku ini bisa segalak itu? Siapa yang mengajarinya? Aku tidak pernah membiarkan ia tidak sesopan itu pada orang yang lebih tua. Aissh~ ini pasti karena aku tidak memperhatikannya! Bisa jadi Kyuhyun bocah setan itu yang mengajarinya, mengingat ia sangat dekat dengan KyuMin -_-“

Mendengar nada galak dari Jiyoung-ku, para member segera berlari kembali ke dalam ruangan.

“Ya, Dan~ah… siapa yang mengajarimu tidak sopan? Jangan lakukan itu lagi, arachi?”

Ia mengangguk sambil tersenyum, “Aku hanya bercanda tadi. Aku diajari oleh Hyunji cara mengatasi sesuatu yang menyebalkan. Kurasa itu cukup berguna.”

Aku menepuk-nepuk kepalanya, “Hmm… geundae, jangan lakukan itu kepada yang lebih tua darimu, ara?”

“Ne, arasseo… aku pulang oppa.”

“Ne… Hati-hati, Dan~ah…”

**

Hari ini giliranku yang mengunjunginya, setelah kemarin kami bertemu. Aku akan menjemputnya di sekolah sekaligus mengembalikan rantangnya kemarin. Sekarang aku sudah berada di depan sekolahnya, ini sudah jam pulang tetapi aku belum melihat Jiyoung keluar dari gerbang.

Beberapa menit kemudian aku melihat sesosok yeoja yang lumayan kukenal keluar dari gerbang.

“HYUNJI-SSI!” panggilku dari dalam mobil dengan sedikit membuka kace jendela mobilku, aku tidak mungkin keluar karena tidak mmpersiapkan penyamaran apapun kecuali topi kupluk dan kacamata hitam.

Hyunji menoleh kearahku dengan bingung, aku mengisyaratkan agar ia menghampiriku.

Ia berjalan kearah mobilku, “Annyeong, oppa,”

“Ne, Hyunji-ssi.” Balasku, “Kau tahu dim-…”

“Hajima!” potongnya, “Oppa pasti mencari Jiyoung kan?” aku mengangguk, “Jiyoung tadi tidak masuk sekolah,”

“Mworago?”

“Ne, aku tidak tahu kenapa. Tidak ada kabar sama sekali.”

“Ah, kalau begitu terima kasih, Hyunji-ssi. Aku akan ke apartemennya sekarang. Annyeong…”

“Ne, oppa. Sampaikan salamku padanya.”

“Eo~”

Aku segera melajukan mobilku ke apartemennya.

Selalu seperti ini, ia selalu tidak pernah menceritakan masalahnya, ia lebih memilih pusing menyelesaikan masalah sendiri, daripada meminta bantuanku. Bahkan jika sakit pun ia memilih diam dan tidak memberitahukan keadaannya.

15 menit kemudian, aku sampai di depan apartemennya. Sambil menenteng rantang kosong itu, aku menekan tombol password apartemennya. Pintu apartemen pun terbuka, kulihat ruangan-ruangan yang sedikit berantakan.

Ini bukan kebiasaan Jiyoung-ku membuat sesuatu berantakan. Aku sedikit curiga dan khawatir.

Aku mencari Jiyoung ke seluruh ruangan, kemudian aku mendapatinya di dalam kamar yang sedang-…

OMO!!

“Op-oppa…”

-tbc-
——————–

Kenapa ada kata ‘tbc’ disituuuuuu?

Saya juga tidak tahuuuu :p/PLAKK!

Ini bersambung bukan karena panjang, tapi saya pengen bikin tbc aja :p :p :p

*diamuk readers*

RCL chingudeul!^^

WithLove
-NA-

Advertisements

5 Comments on “[FF] My Eternal Jewel: It Hurts [FV]”

  1. Waaaah lnjut yaaa chinguuuu….!!
    D tunggu…

    Lgi apaaa tuuuh….
    Konflik niih!

    • ballava says:

      waduuh -_-
      jd ragu ngepost lanjutannya,
      takut ngecewain-_-

      itu konfliknya pasti jauh dr bayangan chingu ^^v

      lanjutannya mgkn besok atau lusa,

      gomawo udah baca^^
      *bow*

  2. Yaaa chingu knpa takut ?
    Pkoknya harus d post klnjutnnya…
    Cz penasaran siih hyuk lihaaat apaa…

  3. Putri says:

    Seru thor… XD


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s