[FF] My Eternal Jewel: It Hurts [FV Part 2-End]

[FF] My Eternal Jewel: Because It Hurts [END]

Author: -NA-

Title: My Eternal Jewel: Because It Hurts

Cast:

> Eunhyuk as himself
> Park Jiyoung as You or Author

Length:Ternyata twoshoot, kkke~

Genre: Romance, Comedy

Rating: PG-15

Disclaimer: The plot is MINE! LEE HYUKJAE IS MINE! He’s my husband/PLAKSSSS~!!

-KEEP Read, Comment, and Like!-
-DO NOT PLAGIAT!!-

^^ HAPPY READING ^^

0 – – – – – 0 – – – – – 0

[Eunhyuk’s PoV]

Aku mencari Jiyoung ke seluruh ruangan, kemudian aku mendapatinya di dalam kamar yang sedang-…

OMO!!

“Op-oppa… akh~” rintihnya sambil terduduk di lantai di samping tempat tidurnya. “Appeuda…”

Aku segera menghampirinya, kekhawatiranku semakin menjadi saat melihat wajahnya yang pucat dengan celana yang bersimbah darah.

“Dan~ah… gwaenchanayo? Wae geurae?” ujarku panik, melihat celana tidurnya yang lumayan banyak darah seperti itu membuatku tidak bisa berpikir jernih.

“Sakit, oppa… sssh~” kulihat ia hampir menangis, matanya sudah berkaca-kaca. Ia terus-terusan meremas perutnya.

Aigoo! Aku tidak tega… Kupeluk ia untuk menenangkannya, “Katakan, Dan~ah… Ada apa denganmu?!”

“A-aniyo~…”

“Yak! Aku tahu kau sedang kesakitan! Ini darah apa?” bentakku, “Kau selalu begini, tidak pernah menceritakan masalahmu padaku, setidaknya… aku bisa membantumu. Tolong buat aku berguna, Dan~ah…” bisikku sambil masih memeluknya, “Katakan apa yang terjadi, jangan membuatku khawatir…”

“Aku…”

“Kau kenapa?”

“Aku… A-aku menstruasi, oppa.”

MWOYA?! Menstruasi??

“Perutku sakit sekali…”

Aku melepaskan pelukanku, “Kau… menstruasi?” tanyaku dengan sedikit canggung, ini… masalah yang sangat wanita, yah kalian tahu… aku ini laki-laki, tidak biasanya menghadapi masalah ini, “Tunggu di sini sebentar, tahan sakitmu.” Perintahku, lalu keluar dari kamarnya.

Setidaknya, aku sering melihat eomma dan Sora noona melakukan ini. Aku segera mencari botol dan mengisinya dengan air hangat.

Aku segera kembali ke kamarnya, ia masih merintih-rintih kesakitan, aku menghampiri dan meletakan botol berisi air hangat itu di perutnya dan menyuruhnya menekuk kedua lututnya untuk mengurangi sakitnya.

Selesai.

Tapi…

“Geundae, kau… bocor.” Ucapku hati-hati.

Ia mengangguk kecil sambil menundukkan kepalanya, mungkin malu atau entah apa… “Ne, oppa… Kau mau membantuku? Oppa ingin kubuat berguna?” tanyanya pelan.

“Kau ingin bantuanku? Katakan!” kataku bersemangat.

“Emm… bisakah… oppa… ah, tidak. Tidak jadi.” Batalnya.

“Yak! Katakan saja. Aku pasti bisa membantumu.”

“Jeongmal?” aku mengangguk masih dengan semangat yang sama, “Bisakah kau membelikanku… pembalut? Aku kehabisan, aku tidak bisa turun, perutku sakit sekali, oppa.”

PEMBALUT?? “Ah, itu…” aku bingung menjawab apa.

“Kalau oppa tidak bisa, aku bisa maklum,” potongnya, ia mencoba berdiri. “Aku bisa sendiri. Oppa tunggu disini, aku akan pergi ke bawah untuk mem- AKH!” ia kembali terduduk, sepertinya ia semakin kesakitan.

Aku membantunya berdiri, dan memapahnya duduk di kursi plastik yang ada di kamarnya. Aku tidak mungkin membawanya ke tempat tidur karena dia… bocor. Yah, kalian pasti mengerti alasannya. “Yak! Aku belum selesai bicara. Aku akan membelikanmu… itu. Tunggu disini. Aku segera kembali.”

**

Wajahnya yang pucat sekarang tepat di hadapanku. Tidak. Sekarang ia sedang tidur, sudah hampir satu jam aku hanya menatapnya tanpa melakukan hal-hal lain, aku sedang bersiap menyambutnya saat ia bangun dari tidunya nanti. Aku ingin aku yang ia lihat pertama kali saat matanya terbuka nanti.

Ia benar-benar sakit kali ini, bukan hanya karena menstruasi tadi. Badannya lemas, dahinya hangat, tidurnya sedikit gelisah, dan matanya… Mata indahnya yang baru kujumpai kemarin, tetap terlihat sayu dan masih dihiasi lingkaran hitam. Namun tetap terlihat cantik di mataku.

Aku mengusap rambutnya perlahan, kutatap ia yang sedang tidur itu diam-diam. Cantik? Tidak. Sempurna? Tidak. Dia lebih dari itu. Dia lebih dari cantik dan sempurna.

“Maaf karena aku selalu mengecewakanmu.” Bisikku tepat di telinganya.

Beberapa detik kemudian –entah karena bisikanku atau apa- ia terbangun dari tidurnya, “Oppa?”

“Gomapta.” Ia hanya mengernyit lalu tersenyum padaku.

**

Aku dan Jiyoung duduk bersama di sofa ruang tv, sambil menyantap jjajangmyeon yang kubeli di kedai lantai dasar apartemen Jiyoung tadi. Ia sudah lebih sehat sekarang, padahal ia sama sekali tidak minum obat, yah… ia memang susah jika disuruh minum obat, terakhir kali aku memaksanya minum obat, ia langsung memuntahkan isi perutnya di wastafel (-_-) aku tidak ingin menyiksanya lagi
-_-

Kami sedang menonton sebuah variety show. Kebetulan Super Junior malam ini sedang tidak ada jadwal setelah syuting Music Core tadi pagi. Dan besok di Inkigayo, kami akan membawakan perform terakhir kami untuk lagu Mr. Simple.

Tiba-tiba aku teringat Music Bank kemarin, apakah Jiyoung menontonnya?

“Dan~ah, kau… menonton MuBank kemarin?”

“MuBank? Aniyo.”

“Jinjja?” ia mengangguk. Syukurlah.

“Ada apa?”

“Aniyo…”

“Oppa… Jina eonni sangat cantik, bukan?” celetuknya sambil menunjuk layar televisi.

Apa katanya tadi? Jina? Jina siapa? Choi Jina?

Aku ikut menoleh kearah tv, kulihat di tv sedang memutar music video, Top Girl. Itu single terbaru G.NA.

“Eotte? Cantik bukan?”

Aku harus menjawab apaaaaaa~? Aigoo Dan~ah, kau selalu membuatku frustasi!!

“Cantik itu relatif, Dan~ah.” jawabku akhirnya.

Ia mengangguk, “Tapi dia juga berbakat. Aigoo~ aku iri padanya.”

Baiklah. Akan kujelaskan… G.NA atau Choi Jina itu adalah… mantan yeojachingu-ku saat gadis itu belum debut. Apa kalian sudah tahu? Sudah? Oh… baiklah.

“Oppa…” panggilnya pelan.

“Ne?”

“Mengapa kau terlihat sangat gugup kemarin?”

Apa? Gugup? Kapan?

“Mwo?”

“Kemarin, di Waiting Room, bersama G.NA eonni. Tidak biasanya kau sedikit berbicara.”

Jadi dia menontonnya??? “Kau bilang tidak menonton MuBank?”

“Geurae, tapi apa gunanya twitter dan YouTube??”

“Kau melihatnya? Aishhh~” desisku.

“Ne, kau masih punya perasaan terhadap G.NA eonni??” tanyanya.

Perasaan? Apa maksudnya? Apa dia tahu bagaimana hubunganku dengan Jina? Aissh! Yeoja ini membingungkan!!

“Aku tahu banyak yang kau tidak tahu, oppa.” Katanya seperti membaca pikiranku. Wajahnya terlihat sangat tenang, seperti tidak mempermasalahkan hal ini.

“Ara, aku… sudah tidak mempunyai perasaan apa-apa lagi terhadap Jina.”

“Tapi?”

“Geundae… saat itu aku merasa canggung, kau mengerti kan? Tolong jangan salah paham, kami sudah tidak berhubungan sejak lama, jadi ketika kami ditempatkan di tempat yang sama, aku tiba-tiba merasa… canggung dan takut salah bicara.”

Ia mengangguk, “Aku mengerti, aku juga tidak salah paham. Hanya saja, aku sedikit heran dengan tingkahmu kemarin, itu saja. Aku juga tidak mempermasalahkan Jina eonni.”

Aku menarik napas lega. Syukurlah. Aku tahu ia mempunyai pikiran yang dewasa dibandingkan dengan gadis-gadis yang sebayanya. Ia selalu bisa mengerti keadaan dan kondisiku tanpa harus aku yang memberitahunya, tidak seperti aku yang kesulitan membaca keadaannya. Aku bersyukur mempunyai yeojachingu seperti dia.

“Jadi oppa… maukah kau memperkenalkanku pada B1A4 Jinyoung? Dia imut sekali. Apalagi senyumnya…” Ucapnya tiba-tiba.

Apa???? “MWOYA??!” apa dia benar-benar berniat berhenti sebagai ELF dan menjadi seorang BANA???????!

“Kalau tidak, setidaknya kau bisa memperkenalkanku pada Baro atau Sandeul. Aigooo, mereka imut sekali!! Apalagi melihat Baro yang sekarang berambut pirang SEPERTIMU!!!” pekiknya.

“YAK!! YAK! YAKK!”

———————–

Ending yang aneh yahhhh…

Something banget-_-

Kalian lihat kan gimana susahnya saya membuat sebuah ending? ENDING? Kalian tahu? ENDING?!! Ehm. Baiklah, sekali lagi. ENDING! -_-

Ini yang membuat otak saya stuck alias macet, dan berakibat buruk dengan FF saya yang tidak pernah TAMAT hanya karena mikirin ending (kemarin ada yang nanya kenapa FF saya nggak dilanjutin, inilah alasannya…)

Ini juga yang bikin saya males ngepost FF chapter di blog, karena saya mikir ‘kalau saya ngepost FF chapter, trus ada yang terus minta lanjut tapi padahal FFnya udah buntu disitu gimana?’ intinya saya ga mau ngecewain siapa-siapa jikalau saya gagal membuat FF.

Jangan heran kenapa saya bisa BANGGA banget ngepost sebuah drabble dan ficlet BER-ENDING! (baca: “MEJ: Ige Mwoyaaa?” dan “MEJ: Fame?”), mungkin bagi kalian itu hal yang biasa, tapi… bagi saya itu sebuah hal yang sungguh-amat-sangat-jeongmal-jinjja LUAR BIASA *abaikan.

Saya bikin SEBUAH FF itu lamaaaaaaa banget, jangan pernah heran kenapa jangka waktu saya ngepost FF itu ga rutin, bisa lamaaaa banget. Bukan masalah mood, kalau masalah mood mah bisa diatur, wong cuma tinggal ngepost aja yang ada di laptop. Yahhh, kalau bukan soal modem yang tak berpulsa, bisa jadi masalah saya yang belum yakin dan musti di edit LAGI.

Step saya membuat FF itu adalaaaah nyari ide cerita, ngedit 100 kali, baca ulang, edit lagi, cari ending, ngetik, edit lagi, baca ulang, diedit lagi. Yah, kalau kalian baca FF saya, berarti kalian sedang membaca FF yang sudah saya baca bolak-baliik (sampai hapal dan bosan) plusss hasil editan 7ooo kali -_-

Intinya disini permasalahan saya hanya pada ENDING. Seandainya saya ga bermasalah dengan hal itu, mungkin kalian bisa melihat banyak FF bertaburan di blog saya.

Kalau kalian lihat FF chapter yang siap post (IaYMaU dan YPoML), itu artinya FF itu sudah 75% jadi dan sudah hampir dapat ide buat endingnya. Tinggal pengetikan, masalah pengeditan, dan mencari waktu luang.

Draft FF chapter yang ada di laptop saya itu banyak banget, mungkin ada sekitar lebih dari 7 (TUJUH!!! >.<) judul, pokoknya lebih dari itu deh… saya nggak ngitung, termasuk FF saya jaman baheula (CIMYA dan SMR) dan dari sekian judul, hanya satu yang berhasil dapat ending (tunggu YPoML, kalau IaYMaU masih sedikiiiiiiit lagi dapat pencerahan)

Ja! Ja! Ja!

Jangan heran (lagi) karena isi cerita dan judulnya NGGAK NYAMBUNG!

Ini masalah kedua saya, KESULITAN MENCARI JUDUL!

Saya nggak punya masalah dengan ide cerita, ide cerita selalu hilir-mudik di otak saya (kecuali ide buat ending), makanya draft FF chapter saya banyak kan? Belum lagi ditambah draft FF oneshot saya. Cuma masalah ending dan judul yang membuat FF saya MACETsss.

Hahahahahhahahahahahaha!

Saya jadi malas membuat FF -_-

*Kenapa saya malah curcol disini yah?? -_- *

RCL yah readerss~ ^^

Saya sedang butuh asupan saran bagaimana mencari ending cerita dan mencari judul yang tepat.^^

WithLove
-NA-

Advertisements

One Comment on “[FF] My Eternal Jewel: It Hurts [FV Part 2-End]”

  1. Putri says:

    Bhahaha… Kok aku ngerasa ending nya lucu yaaa thor… XD


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s