[Myself] Antara Alibi dan Kebiasaan

Saya bukan susah dibangunkan, saya hanya susah untuk tidur. Namun, ketika saya sudah tidur, saya dibangunkan. – Ni’matul Aulia. 17 tahun. Calon mahasiswa.


Hueueueuehehee =D

Alibi Quote macam apa ini? XD

Yaa itu hanya segelintir alibi kata-kata aneh dari saya, dipersembahkan kepada rakyat-rakyat (yang biasanya) sibuk yang susah tidur dan di cap sebagai kebo atau tidurnya kebo. [Oke, akan banyak terdapat kalimat tidak efektif disini]

Btw, saya termasuk rakyat yang susah tidur. Tapi saya bukan kurang tidur. Dan saya juga bukan kebo. (Orang yang tidurnya kebo adalah orang yang susah dibangunkan.) Ya, cukup tau saja 🙂 Tidur saya cukup. Dalam 24 jam, saya biasa tidur selama 6-7 jam. Walaupun jam tidur saya terbagi menjadi dua, jam tidur siang dan tidur malam.

Biasanya saya tidur siang selama 1-2 jam. Ya, saya sebisa mungkin menyempatkan diri untuk tidur siang. Memang, saya sudah biasa tidur siang, dikarenakan saya akan cepat lelah jika tidak istirahat di siang hari. Dan untuk tidur malam, saya (bisa dikatakan) begadang. Ini karena saya sudah tidur di siang hari, jadi saya memang susah tidur saat malam. Lagipula otak dan kemampuan berimajinasi saya baru benar-benar lancar di malam hari (seperti sekarang ini). Karena itu, saya lebih banyak mengerjakan aktivitas-aktivitas yang membutuhkan imajinasi di malam hari [Bisa dibilang, saya termasuk manusia nocturnal]. Jam tidur saya saat malam biasanya antara jam 12:00 sd jam 2 pagi (walaupun terkadang jam 3 pagi). [Dan sebenarnya, saya sangat bersyukur jika bisa tidur lebih awal -_-]

Ngomong-ngomong soal jam tidur, baca sepenggal paragraf yang saya ambil dari sebuah artikel ini:

Ternyata, berbahaya tidur 8 jam semalam. Orang dewasa yang tidur 8 jam atau lebih (atau kurang dari waktu ideal) dalam semalam, meninggal dalam usia yang lebih muda daripada mereka yang tidur hanya 6 atau 7 jam dalam semalam, dan ini sudah dibuktikan oleh Profesor Daniel Kripke dari Universitas California pada tahun 2004. – LINK

Sudah dibaca, kan? Kalau mau tau yang lebih lengkap, silahkan klik link yang sudah saya sediakan 🙂

Ngomong-ngomong lagi, akhir-akhir ini banyak media elektronik yang menayangkan topik tentang bahaya begadang. Nah, yang mau saya tanyakan disini, apakah saya termasuk rakyat yang begadang (dalam arti sebenarnya*)? Mengingat saya sudah tidur di siang hari, dan hanya kesulitan untuk tidur malam. Lagipula, tidur saya juga sudah cukup (menurut saya).

Nah, bagaimana pendapat kalian? Apakah saya termasuk orang yang kurang tidur? Apakah saya termasuk orang yang sering begadang? Tolong beri saya pencerahan…

NB: *begadang dalam arti sebenarnya adalah kesulitan tidur, sehingga menyebabkan seseorang tidur kurang dari waktu ideal.

Advertisements


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s